Terima Kasih! Tahun 2021, Kita Bersama Berhasil Pecahkan Rekor MURI di Bidang Literasi
2021 lalu, merupakan tahun yang penting bagi Nyalanesia. Di tahun lalu, bersama Para Penyala, Nyalanesia kembali berhasil memecahkan Rekor MURI untuk yang keempat kali, dengan rekor “Peluncuran Buku Fiksi dan Nonfiksi Terbanyak“ sejumlah 4.216 buku ber-ISBN.
Pencatatan prestasi ini telah berhasil menumbangkan rekor sebelumnya, yaitu “Peluncuran Buku Terbanyak Secara Daring dari 34 Provinsi,” sebanyak 3.366 buku digital dan fisik buku oleh Komnas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Segenap Tim Nyalanesia mengucapkan terima kasih atas dukungan, apresiasi, dedikasi, dan partisipasi aktifnya dalam program-program Nyalanesia. Ini merupakan prestasi kita bersama. Maka, sebagai penghargaan bagi Para Penyala, Bapak/Ibu SPL Nasional 2021 berhak mendapatkan Piagam Penghargaan sebagai “Kontributor Pencapaian Rekor MURI”.
UNDUH PIAGAM DI SINI
https://drive.google.com/drive/folders/1vkZchpbVs46mBp2_j0nrHl38XN-CIhDc?usp=sharing
Cara Mengunduh:
1. Klik Tautan di atas
2. Search/cari nama Bapak/Ibu dalam Drive tersebut
3. Klik Piagam atas nama Bapak/Ibu, lalu Unduh/Download
Kamis, 07 April 2022
PIAGAM KONTRIBUTOR PENCAPAIAN REKOR MURI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
01. KSM Tingkat Satuan Pendid...
-
Pelatihan di Pintar berbasis MOOC (Massive Open Online Course) dilakukan secara Asynchronous dan full online, sehingga tidak ada jadwal ...
-
Bayi Sehat “Saat bayi ibu baru lahir, Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik yang bisa ibu berikan untuk bayi. Tubuh ibu sudah disiap...
-
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan Fatwa baru, yakni Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Palestina. Dalam...
-
Selamat pagi, Bapak/Ibu Peserta Diklat Nasional 40JP: “Semangat Memulai Tahun Ajaran Baru dengan Kurikulum Baru” đ¤đ Terimakasih telah m...
-
Kurikulum merdeka adalah kurikulum pembelajaran intrakurikuler yang beragam yang mengacu pada pendekatan bakat dan minat di mana konten ...
-
đĒļ Malas, adalah satu di antara sifat yang tercela. Bila penyakit itu hinggap, ia menjadi sebab tersia-siakannya waktu. Padahal nikmat wak...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar